Mauricio Pochettino Melalui Champions League Semi Finals

Mauricio Pochettino Melalui Champions League Semi Finals

Agen Bola TerpercayaMauricio Pochettino Melalui Champions League Semi Finals. Diinfokan tiga goal pada babak pertama amat penting untuk Paris Saint-Germanin; Eric Maxim Choupo-Moting’s goal yang tidak cukup untuk Bayern di malam itu ketikan Neymar membentur tiang untuk Maurico Pochettino’s PSG Team.

PSG yang mengalahkan Bayern Munich keluar dari Champion League setelah meraih skor 1-0 untuk Bundesliga tapi tidak lah cukup, dengan French Champions untuk proses ke semi-finals.

Hal lainnya yang diikui dari dari leg pertama yang menghibur dimana PSG menang 3-2 di Jerman, Eric Maxim Choupo-Moting’s goal (40), yang dimana datang untuk melawan dan mengejar pemain setelah Neymar melakukan goal namun terkena tiang, yang diikuti Bayern yang hanya memasuakn satu goal saja dari kualifikasi.

PSG yang yang gerutu, telah ketahui mereka hanya melakuakn satu Champions League semi-final sejak 1995, tetapi Mauricio Pochettino tim amat tegas untuk hasil akhirnya.

Dari sisi French akan menghadapi antara Manchester City atau Borussia Dortmund dalam semi finals.

BACA JUGA : Mourinho Membela Son Heung-Min dan Menyerang Solskjaer

PARA PEMAIN

PSG: Dagba (7), Danilo (8), Kimpembe (8), Diallo (7), Gueye (8), Paredes (8), Di María (8), Neymar (7), Draxler (7), Mbappé (8), Navas (7),

Subs: Kean (6), Bakker (6), Herrera (6)

Bayern Munich: Pavard (6), Boateng (7), Alaba (6), Hernandez (7), Kimmich (7), Muller (6), Coman (5), Sane (5), Davies (6), Choupo-Moting (7), Neuer (7).

Subs: Martinez (6), Musiala (6)

Man of the match: Idrissa Gueye

Bagaimana Poch led PSG ke kemenangan besar

Sumber dari Skysport1

PSG yang datang dari game yang telah menang 16 untuk 17 UEFA kompetisi pertandingan ketika mereka mencatat kemenangan tandang leg pertama, termasuk di babak 16 besar musim ini melawan Barcelona.

Bayern yang diketahui hanya bermain satu bermain dan hanya satu kaki depan, itu ada PSG yang membawa semua dan kualitas dalam babak pertama. Tanpa adanya Robert Lewandowski, enam kali champions tidak memiliki ujung tombak.

Di sisi Pochettino yang bermain dengan cerdik melakukan penyerangan dengan Kylian Mbappe serta Angel Di Maria yang membuat adanya masalah.

Neymar mendapatkan tiga kali tembakan yang tersimpan dalam Bayern penjaga gawang Manuel Neuer dan juga akan menembak pukul kayu dua kali dalam periode penting sebelum istirahat. Nauer yang hanya melihat bola mejentik gawangnya dari Neymar dalam 37 menit.

Ini hanya melihat seusatu yang penting untuk melihat waktu sampai PSG melanda, namun pertandingan miring ke Bayern ketika Choupo-Moting pulang setelah Bayern.

Kingsley Coman’s yang lari menemukan David Alaba di PSG penalti area, dan tendangan pelan yang terselamatkan dari Keylor Navas. Bagaimanapun, bola yang kembali berputar kembali ke udara dan Choupo-Moting menahan bek PSG Presnel Kimpembe untuk mengangguk dari jarak dekat.

Navas kemudian menolak Alaba, yang siapa kaki kiri telah mucul untuk ada di top-left corner, sebelum Leroy Sane mendapat tendangan lurus ke arah PSG sedikit sampai setengah waktu.

PSG yang juga melakukan pelanggaran yang bermula babak kedua Di Maria yang kirim secara berbahaya garis rendah melewati Bayern kotak enam yard yang entah bagaimana dilewatkan oleh Neymar.

Mbappe berpikir ia akan ikat dia telah menempatkan dasi ke tempat tidur ketika dia menerobos masuk ke lini tengah Bayern untuk mengoper bola ke Neuer ke atas ujung, namun ia masuk ke jalur offside.

Bayern menaruh bola semua ke PSG sampai akhir 10 menit tetapi waktu dan watu lagi
bola terakhir tidak memiliki tingkat kualitas yang biasa melawan pertahanan PSG yang dibor dengan baik. Mereka tidak dapat memaksa untuk drama Sane Umpan silang rendah ke kotak enam yard di menit akhir ditahan oleh Navas.

Idirssa Gueye

Hal ini susah untuk ditolak karena pemain dari tiga penyerang PSG yang megah sebagai Neymar Mbappe dan Di Maria yang penuh dengan penemuan dan kualitas di final ketiga. Bagaimanapun, mereka tidak dapat menemukan net.

Area yang bayak di depan PSG empat belakang. Mereka dilindungi oleh pemain pengalaman pemain Everton Idrissa Gueye. Ia mengambil permainan dari tingkat ditampilkan. Maka ia akan dibutuhkan untuk memadamkan bahaya. Ketika ia datang untuk menutupi salah satu rekan satu timnya, Ia ada disana. Untuk kalian yang datang untuk menyerang pemain, Gueye yang paling penting pemain gaya ini di bawah Pochettino.

Tidak ada pemain yang dapat Didukung di ruang mesin oleh Paredes yang berkelas, yang memicu banyak serangan balik PSG dengan passing luhur ke tiga depannya.

BACA JUGA : Cassano Melontarkan Kritik Langsung ke Conte

Ingin Bermain Sabung Ayam Online, Bola Online, Casino Online dan Poker Online secara aman?. Di Juara303 anda dapat  DAFTAR SEKARANG DI AGEN SABUNG AYAM, BETTING ONLINE Paling terpercaya dan terpopuler 2017.

Demikian artikel mengenai Mauricio Pochettino Melalui Champions League Semi Finals Semoga bermanfaat bagi para pecinta bola Terima Kasih!!

Menu